Aku diberi tiga pocong seukuran jari manis oleh temanku
berawakan kecil, berambut gondrong dengan bibir yang selalu mengembangkan
senyum, saat itu telah berubah menjadi malam, aku kebingungan, akan kubakar di
manakah pocong ini? Jika kubakar di rumah di malam yag sepi ini tidakkah baunya
akan tercium? Aku ketakutan jika tiba-tiba ada yang datang menyergapku, akan
kubakar di mana tiga pocong ini? Aku meremas-remasnya ketakutan. Jika kubakar,
akan kusembunyikan di mana tiga pocong ini? Sungguh hati tidak merasa tenang.
Settingan tempat pun berganti, aku diajak temanku yang
memberi tiga pocong ini untuk membakar dan menghisapnya di sebuah waduk, namun
itu segera terlewati begitu saja, sebab
aku berangkat menuju waduk tapi kenapa yang tertuju pulang ke rumah? dan aku
merasa sudah dari sana. Tercium bau pocong yang sedang dibakar, saat aku membonceng
sepeda motor yang dikendarai teman, aku bertanya kepada temanku, siapa yang berani
membakar pocong di tengah keramaian ini? Mataku mencari-cari dikanan jalan
sebab di kiri jalan hanya ada sawah yang sedang ditanami padi, oh ternyata dua
si gendut yang sedang membakar pocong, si gendut yang satunya sudah teler dan
yang satunya ndlongap ndlongop
sendirian mereka berdua duduk di sebuah kursi panjang berwarna coklat bersandar
pada pintu yang serupa rollingdoor berwarna coklat namun terbuat dari kayu.
Temanku menurunkanku di depan rumah, katanya ia akan pulang
dan berpesan nanti si ikan akan datang menemuiku, tidak lama berpesan seperti
itu temanku menghilang, ia seperti siluman, apakah waktu terasa cepat ataukah
waktu tidak berlaku di ruangan ini?, si ikan datang dengan kaos berwarna hitam
dibagian depan didadanya ada gambar segitiga putih seperti piramida, di
puncaknya terdapat sebuah mata, kalau tidak salah itu adalah kaos aksi tangal
12-12-2012 di Semarang. Si ikan mengajakku untuk membakar pocong.
Tiba-tiba saja settingan tempat berganti di sebuah tempat
billyard, tempatnya ramai tapi kenapa aku merasa sendiri? tapi kenapa
perasaanku ramai? Tiga pocong menghilang dalam adegan begitu saja tanpa ada adegan
pembakaran dan penghisapan. Adegan berganti dengan munculnya kawan-kawan lama
yang tidak begitu akrab dengannku? Ada apa ini? Sungguh aneh.
Seorang laki-laki gondrong lewat ditempat billyard, ia
memakai kemeja panel berwarna merah hitam kotak-kotak, sebuah topi hitam yang
selalu ia pakai dan sebuah ransel berwarna hitam dengan celana kargo berwarna
hitam, rambutnya yang gondrong seperti kakaknya terurai bebas. Aku tidak
menyapanya, hanya berlari keluar ruangan untuk memastikan yang lewat barusan
adalah Ocip. Ya dan itu memang Ocip, aku memanggilnya, dia menoleh dan berkata
dia akan ke Semarang. Semarang lewat jalan mana? Mana mungkin ke Semarang lewat
jalan yang cukup dilalui sepeda motor saja, mana mungkin dia ke Semarang jalan
kaki, sementara aku tidak tahu ini didaerah mana, Jalan yang dituju Ocip itu
menukik tajam beraspal hitam di kanan dan kiri jalan nampak sekai hijau padi
yang mulai tumbuh. Dia turun ke bawah lalu menghilang, aku kembali masuk
ruangan billyard suasana ramai namun tetap aku merasa sendiri.
Tidak lama kemudian saat aku hendak menyodok bola billyard,
aku heran sejak kapan aku bisa bermain bilyard? Ocip pun datang, aku
mempersilahkan dia untuk istirahat, tiga pocong kembali muncul padahal beberapa
adegan tadi tiga pocong itu tidak teringat, aku menawarkannya pada Ocip agar ia
bisa santai menikmati suasana, namun ia menolaknya.
Aku kembali ke meja billyard sebab sekarang giliranku menyodok
bola, waktu begitu cepat atau memang tidak ada waktu dengan adegan dan tempat yang
berlompat-lompat, sungguh suasana yang absurd, aku menuju meja billyard tapi
kenapa yang muncul di depanku adalah Ocip yang sedang membuka tas ranselnya
dengan obeng bergagang hijau, kenapa pinggiran tasnya ada yang berwarna biru? Aku
terkejut dengan perubahan perubahan yang secepat kilat.
Aku berada di mana, disebuah tempat yang tidak aku ketahui
dengan kejadian yang membuatku bingung, waktu yang cepat, tidak ada waktu, dari
B aku menuju A untuk melakukan C tapi kenapa aku melihat dan kutuju adalah B
dengan perasaan sudah melakukan C, tidakkah itu aneh?
Aku sudah berada di luar ruangan, aneh bukan? Aku sendiri
kebingungan. Aku melihat Ocip dari depanku, ia kembali untuk mencari temannya
yang ketinggalan, di mana dia? Katanya berada di warung depan tempat billyard,
lalu hilang seketika dan menjadi pagi.
*pengingat Suasana tempat seperti di lampu merah Mungkid,
Muntilan, Magelang, di Randublatung dan di Karanganyar Solo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar